Kapasitas Disk Drive Segera Mencapai Satu Terabyte

Disk drive magnetik konvensional diramalkan bisa memiliki kapasitas penyimpanan hingga satu terabyte (1.000 byte) per inci perseginya. Hal itu dikatakan oleh Ed Grochowski, program manager IBM Corp. Drive standar yang ada saat ini hanya menyimpan sekitar 20GB per inci perseginya.

Sebelumnya, diperkirakan kepadatan penyimpanan magnetik hanya terbatas sampai 40GB per inci perseginya, akibat dari efek supermagnetik, tegangan yang disebabkan oleh ketidak-stabilan panas yang dihasilkan dari elemen-elemen kecil yang ada pada permukaan disk.

Menurut Grochowski, pandangan ini pesimis, mengingat sejumlah teknologi baru saat ini terus berusaha menggandakan kepadatan penyimpanan disk tiap tahunnya.

Di antara pengembangan-pengembangan yang cukup menjanjikan - salah satunya akan segera dipasarkan - adalah media antiferromagnetic coupled (AFC) yang digunakan sebagai permukaan media disk. Dengan melapisi film ferromagnetik di atas film antiferromagnetik, dan dipisahkan oleh film peralihan dari bahan ruthenium, parameter kunci seperti measure of remanence thickness (Mrt) bisa ditingkatkan. Ini memungkinkan lebih banyak bit bisa disimpan dengan stabil di ruang yang ada serta meningkatkan kapasitas penyimpanan.

"Teknologi ini akan segera bisa dinikmati," katanya pada sebuah presentasi Diskcon Asia. "Kemungkinan ke arah 200GB per inci persegi sangat besar."

Teknologi penting lainnya adalah perpendicular recording. Dengan teknologi tersebut, kutub magnetik yang digunakan untuk menyimpan bit data dijajarkan secara tegak lurus pada permukaan disk, sehingga lebih banyak bit yang bisa disimpan karena gangguan magnet yang diakibatkan karena bit-bit saling berdekatan, bisa dikurangi.

Untuk meningkatkan penulisan bit pada disk, akan digunakan sistem yang penulisannya dibantu oleh panas. Dengan sistem ini, laser akan memanaskan titik-titik pada disk di mana bit data akan ditulis. Sistem ini mengurangi arus dan medan magnet yang dibutuhkan untuk menulis bit data, dan sekali lagi berarti bit-bit itu bisa disimpan lebih berdekatan satu sama lain.

Pada saatnya nanti, media disk akan diberi pola, dan tidak lagi hanya memiliki permukaan yang homogen. Pola bit akan digoreskan dengan litografi atau tekanan ion, sehingga bit-bit bisa terisolasi dari medan magnet tetangganya. Struktur ini memungkinkan sebuah butiran logam magnetik menyimpan satu bit data.

"Masih banyak kesempatan untuk mengembangkan disk drive magnetik, dan AFC merupakan teknologi yang pertama," kata Grochowski. "Kita akan mencapai kemajuan yang sangat pesat dalam 10 tahun mendatang, bahkan lebih. Satu terabyte per inci persegi sangat mungkin dicapai dengan teknologi ini."

PERTANYAAN SEPUTAR MOTHERBOARD

» CMOS, Mengapa komputer saya selalu kembali ke Setup Prompt CMOS setiap menyalakan komputer ?
Biasanya hal ini terjadi jika baterai CMOS sudah hampir habis atau setting BIOS yang salah. Namun kadang beberapa peripheral yang teroverclock juga bisa menyebabkan hal ini terjadi.

» Restart, Mengapa motherboard saya sering restart mendadak ?
Biasanya hal ini terjadi jika ada masalah dengan RAM. Sebaiknya coba ganti dengan RAM yang lain sebagai bahan percobaan.

» USB Port, Mengapa motherboard saya tidak mendeteksi USB padahal memiliki port USB ?
Anda bisa masuk ke CMOS setup untuk mengaktifkan menu USB, disana terdapat beberapa option seperti enable / disable USB.

» Onboard Audio, Apakah onboard Audio itu jelek ?
Tidak juga, jika anda pengguna yang menggunakan komputer untuk mengetik, nonton VCD, atau sekedar game ringan, onboard audio merupakan solusi murah yang bisa dipakai. Biasanya pada beberapa motherboard audio ini bisa di-disable, ketimbang onboard vga.

» Onboard VGA, Apakah onboard VGA itu jelek ?
Sama seperti diatas, jika anda pengguna yang menggunakan komputer untuk mengetik, nonton VCD, atau sekedar game ringan, onboard VGA merupakan solusi murah yang bisa dipakai. Biasanya pada beberapa motherboard vga ini tidak bisa di-disable.

» Socket, Apa sih perbedaan socket socket 423, socket 370, socket 7, socket A, socket 2, slot 1, dan slot A ?
Perbedaan tersebut timbul dari beragamnya prosesor yang disediakan, berikut adalah rinciannya :
Socket 423, support prosesor Intel Pentium IV.
Socket 370, support prosesor Intel Celeron / Pentium III maupun Via Cyrix III.
Socket 7, support prosesor Intel Pentium MMX, AMD K62/3, dan Via Cyrix.
Socket 2, support prosesor Xeon baik Pentium II maupun III.
Socket A, support prosesor AMD Duron dan Athlon Thunderbird.
Slot 1, support prosesor Intel Pentium II / III dan Celeron (dengan converter socket 370).
Slot A, support prosesor AMD Athlon seri pertama.

49 Free Directories to Submit Your Blog

49 Free Directories to Submit Your Blog

Antropologi: Semua Naskah

Amal Atas Nama Ilmu Pengetahuan

Amal Atas Nama Ilmu Pengetahuan
Usaha terus menerus untuk menyelaraskan dan memperkuat rejim perlindungan kekayaan intelektual di seluruh dunia, sebagai bagian dari Perjanjian Hak Kekayaan Intelektual Berkaitan dengan Perdagangan (TRIPs), adalah usaha untuk menghambat laju pengetahuan dari negara-negara maju (industri) ke negara-negara berkembang untuk manfaat bersama dan akan berpengaruh buruk bagi alih teknologi.  
Dengan ketatnya pengawasan hak kekayaan intelektual (IPR), dan dengan adanya perusahaan-perusahaan swasta yang ingin mengontrol dan memonopoli alur-alur sel dan gen, dunia sedang bergerak cepat menuju era diskriminasi ilmu pengetahuan (scientific apartheid) terhadap Dunia Ketiga. Mengetahui bahwa TRIPs merupakan kekuatan yang jahat, dan karena tidak mau mempertahankan dan menghendaki beberapa perubahan radikal dalam perjanjian yang tidak bijaksana itu, komunitas ilmu pengetahuan internasional sekarang tampil dengan idenya untuk membangun lagi amal lainnya – kali ini bagi hak kekayaan intelektual.
 

Sumber daya Kekayaan Intelektual Sektor Publik untuk Pertanian (PIPRA) adalah prakarsa yang dikumandangkan oleh beberapa lembaga ilmu pengetahuan dan dengan dukungan dari Yayasan Rochefeller dan Yayasan Mc Knight, di Amerika Serikat. Tujuannya adalah “untuk menjajaki kelayakan digunakannya teknologi pertanian kunci yang saling melengkapi yang dapat membantu riset sector publik.” Dengan istilah yang sederhana, teknologi itu dimaksudkan untuk menjamin bahwa usaha-usaha perusahaan swasta untuk menghambat lajunya rekayasa genetika melalui rejim paten yang lebih ketat, yang telah menghadapi perlawanan publik yang meningkat di negara-negara maju, tidak menghalangi usaha-usaha untuk mendorong teknologi yang tidak diinginkan di negara-negara berkembang.
 

Ironisnya Amerika Serikat sendiri yang berada digaris depan dan pertama-tama menyalahgunakan sumber daya genetik manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan dan kemudian menarik kontrol kekayaan intelektual yang ketat. Selain menghentikan kejahatannya pada permulaan, usaha PIPRA lainnya menampilkan wajah kemanusiaannya bagi usaha-usaha Amerika Serikat untuk memonopoli apa yang diketahui secara tradisional dan tersedia secara bebas. Tentu saja ini tidak dimaksudkan untuk memperkecil ancaman paten-paten bioteknologi yang berpengaruh bagi riset dimasa datang, bukan pula mengenai klaim-klaim Dunia Ketiga atas pembajakan biologi (biopiracy) di mana lembaga-lembaga dan universitas-universitas Amerika menghendaki kebebasan dari hukuman (impunity). Perlindungan yang agresif terhadap penemuan-penemuan baru, termasuk proses-proses teknologi, yang dilakukan oleh lembaga-lembaga riset dan universitas-universitas di Barat telah merusak prospek masa depan bagi pertumbuhan teknologi yang berarti di sebagian besar dunia.
 

Ambilah kasus ‘padi emas’ yang kontroversial. Kira-kira 16 paten dan 71 kendala kekayaan intelektual yang potensial telah mengalami perkembangannya. Ini bukan untuk mengatakan bahwa teknologi yang potensial (‘padi emas’ ini hanyalah etalase humas bagi industri teknologi) bermanfaat bagi negara-negara berkembang, tetapi pasti memperbesar ancaman yang ada dalam menghalangi penelitian dan pengembangan sektor publik di negara-negara maju dan juga di negara-negara berkembang.

PATEN DAN MONOPOLI
 

Belakangan ini, dan pada waktu Dewan TRIPs di WTO masih terlibat dalam peninjauan pasal 27-3 (b) Perjanjian TRIPS yang membahas bahan-bahan biologi, folklore dan pengetahuan tradisional, Kantor Paten Eropa pada bulan Mei 2003 menegakkan sebuah paten yang kontroversial yang diberikan pada Agracetus (kemudian dibeli oleh raksasa multinasional Mensanto) bagi metode pembiakan partikel (biolistic) untuk transformasi kacang kedelai. Dengan kata yang sederhana, paten yang spektrumnya luas ini, memberikan kepada Mensanto suatu kontrol yang eksklusif atas semua jenis kacang kedelai hasil rekayasa genetik. Paten itu juga mencakup semua tanaman lain yang menggunakan teknologi rekayasa genetik yang sama (GM) bagi pengembangan tanam-tanaman.
 

Perusahaan multinasional di bidang pembibitan Syngenta dan De Kalb juga menentang paten itu karena memberikan kepada Mensanto sebuah monopoli kontrol atas proses ilmiah yang sudah biasa digunakan. Yang menarik, sebelum memperoleh Agracetus, Mensanto juga telah menentang paten yang sama. Paten yang luas itu merupakan perintang yang besar bagi para ilmuwan negara berkembang dalam mengakses teknologi pertanian (tanam-tanaman) yang baru dan juga dalam mengembangbiakkan berbagai jenis tanaman yang menggunakan sekat-sekat teknologi baru. Yayasan Rockefeller, yang mendukung prakarsa PIPRA, tidak pernah menentang atau melancarkan usaha-usaha kerjasama yang mengekspos paten yang absurd itu karena alasan-alasan yang jelas. Begitu juga halnya masyarakat ilmiah internasional, walaupun mereka mengklaim dengan keras tentang teknologi untuk kaum miskin, pernah menentang paten-paten yang tidak ilmiah itu.
 

Beberapa minggu kemudian, EPO memberikan paten lainnya kepada Mensanto (EP #445 929) yang memungkinkan adanya hak monopoli atas jenis-jenis tumbuhan gandum suku Indian Nap-Hal. Semua yang telah dilakukan Mensanto adalah untuk mengawinkan secara silang gandum Nap-Hal (jenis tanaman gandum ‘durum’ tradisional), dengan jenis gandum lainnya untuk mengembangkan jenis gandum baru yang lebih baik dengan ‘kualitas yang berkembang secara istimewa.’ Paten itu mencakup biskuit dan adonan yang diproduksi dari gandum ini, dan juga tanaman-tanamannya. Paten gandum Monsanto meluas ke Uni Eropa, selain itu Jepang, Canada dan Australia dimana perusahaan mencari manfaat komersialnya yang maksimum. Sel plasma gandum – jenis tanaman gandum Nap-Hal - dibeli dari bank gen yang berpusat di Inggris, dan kemudian menimbulkan pertanyaan tentang relevansi hukum mengenai akses dan manfaat bersama yang adil.
 

Monsanto hanya menggunakan pengetahuan tradisional yang ada untuk membiakkan jenis tanaman yang hasilnya meningkat dan dengan demikian menghalangi penggunaan dan penerapan lebih lanjut jenis tanaman gandum Indian. Walaupun perundang-undangan suku Indian yang sui generis unik – UU Perlindungan Jenis-jenis Tanaman dan Hak-hak Kaum Tani tahun 2001, benar-benar mengakui hak-hak masyarakat dan kaum tani mengingat sumbangan mereka dalam melestarikan, memperbaiki dan menyediakan sumber daya genetik tanaman bagi pengembangan jenis-jenis tanaman baru, undang-undang itu tetap mati kutu ketika paten diberikan di luar negaranya. Sistem nasional sendiri tidak mampu melindungi pengetahuan tradisional. Maukah PIPRA berbicara tentang munculnya keprihatinan-keprihatinan yang dapat membawa manfaat sejati bagi negara-negara berkembang dalam perjalanan yang panjang ?

PARA ILMUWAN PENIPU
Karena itu jelaslah bahwa prakarsa PIPRA merupakan usaha yang lain lagi untuk menipu masyarakat ilmu pengetahuan di negara-negara berkembang agar mempercayai bahwa semuanya belum hilang. Sedikit IP Crumbs dapat menopang operasi laboratorium-laboratorium ilmu pengetahuan di negara-negara Selatan. Prakarsa ini juga hadir ketika lembaga-lembaga ilmiah di negara-negara berkembang, terutaman setelah gagalnya pertemuan tingkat Menteri di Cancun, mulai mempertanyakan relevansi perjanjian TRIPS yang kira-kira akan membuat mereka kehilangan pekerjaan.
 
Juga sebelumnya, sebuah prakarsa serupa – jasa internasional untuk menguasai Bioteknologi Pertanian (ISAAA) – diluncurkan dengan tujuan yang mulia guna ‘membantu mengentaskan kemiskinan (poverty alleviation) dengan meningkatkan produktivitas tanam-tanaman dan pendapatan, terutama bagi petani yang miskin sumber daya dan untuk menyelenggarakan pembangunan pertanian yang lebih berkelanjutan dan lingkungan yang lebih aman’.. Sementara tidak ada sesuatu pun dari cita-cita ini yang terlaksana, ISAAA akhirnya berfungsi sebagai juru bicara industri bioteknologi. Apabila maksud-maksud kemanusiaan adalah untuk pengentasan kemiskinan (poverty alleviation), para ilmuwan mestinya melakukan usaha yang tulus untuk mencari teknologi yang tahan uji yang telah digunakan selama bertahun-tahun oleh para petani marginal dan petani gurem. Yang dibutuhkan adalah meningkatkan teknologi ini, dan mengurangi ketergantungan pada hasil-hasil dari luar.
 

PIPRA hanyalah sebuah sedekah yang berkedok ketahanan pangan dan rakyat miskin. Masa depan teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia berkembang tidak berkaitan dengan upaya-upaya sedekah macam itu. Apa yang diperlukan oleh negara-negara berkembang adalah sistem yang lebih memungkinkan terjadinya pemilikan ilmu pengetahuan bersama secara bebas (yang bagaimanapun banyak berasal dari Dunia Ketiga) ketimbang melakukan privatisasi dan monopoli terhadap barang-barang milik publik.

Sains & Teknologi

Kearifan Teknologi
Mengapa ilmu yang sangat indah ini, yang menghemat kerja dan membuat hidup lebih mudah, hanya membawa kebahagiaan yang sangat sedikit? Ilmu yang seharusnya membebaskan kita dari pekerjaan yang melelahkan spiritual malah menjadikan manusia budak-budak mesin. Jawaban yang sederhana adalah karena kita belum lagi belajar bagaimana menggunakannya secara wajar. (Albert Einstein)
KETIKA The Little Boy dan The Fat Man, dua bom atom AS, membubungkan cendawan merah di langit Kota Hiroshima dan Nagasaki tepat 59 tahun lalu yang diperingati pekan lalu, siapa pun akan miris membayangkannya. Wajah murka teknologi tampil beringas.
Sorotnya bukan cuma telah membumihanguskan kota logistik nan cantik Hiroshima, melainkan juga menebarkan paparan radiasi tinggi kepada penduduknya. Lalu ribuan orang mati terpanggang dan terkena efek somatik-genetik radiasi pengion.
Kemanusiaan kita pasti menyesalkan tragedi itu. Namun, seberapa jauh kita bisa belajar dari peristiwa ini, menyikapi sains dan teknologi secara arif? Ini adalah pekerjaan rumah kita.

Sains dalam praksis
Pasalnya, sains telah berkembang dengan sangat pesat. Ia yang semula terikat pada spiritualitas, terus bergeser ke arah praksis. Sains yang awalnya lebih merupakan aktivitas mental primum vivere, deinde philosophari (berjuang dulu untuk hidup baru setelah itu berfalsafah) telah menjelma dalam praksis sebagai "penjelas" (explain) dan "peramal" (predict) fenomena alam.
Namun, tonggak praksis sains yang paling menonjol adalah apa yang terjadi dalam Revolusi Industri melalui penemuan mesin uap (1769) oleh James Watt. Mimpi Francis Bacon dalam bukunya The New Atlantis sebagai negara yang sarat hi-tech mewujud. Menurut Capra dalam The Turning Point, "sejak Bacon, tujuan sains berubah menjadi pengetahuan yang dihambakan untuk menguasai dan mengendalikan alam, yakni untuk tujuan-tujuan yang antiekologis" (F Capra, 1997).
Bagaimana dahsyatnya revolusi yang mengawali era modern itu digambarkan Peter Gay dalam Age of Enlightenment, bahwa betapa para pengusaha pabrik baru tanpa kekangan hukum dan etika bergerak dengan penuh kekejaman dan tanpa norma kesusilaan. Mereka mempekerjakan anak-anak selama 14, 16, atau 18 jam per hari. Buruh terpaksa menerima peraturan-peraturan kejam, sedangkan hukuman bagi yang melanggar sangat keras dan bengis (Peter Gay, 1966).
Akhirnya gerakan Luddite pada tahun 1811 meledak dan menghancurkan mesin-mesin industri. Karenanya kenangan yang paling kuat atas masa itu bukanlah pada aplikasi sains termodinamika dan teknologi mesin uap itu sendiri, tetapi pada kenyataan bahwa James Watt telah mengubah struktur masyarakat petani dan bangsawan Inggris serta membelahnya menjadi kaum buruh-proletar dan majikan-borjuis yang saling bermusuhan, serta memunculkan tokoh sebesar Karl Marx.
Ketika Soddy menemukan fenomena pembelahan inti (nuclear fission) atau Enrico Fermi merancang reaktor pertama di bawah stadion sepak bola Universitas Chichago, tak ada gegap gempita yang membahana. Namun ketika Manhattan Project mengincar plutonium dari Reaktor B di Hanford Site, Nevada, beserta instalasi pengayaan uranium-235 untuk The Little Boy dan The Fat Man, maka tatanan global pun berubah. Bukan saja masyarakat Jepang yang kental dengan semangat Bushido dan rela mati demi kaisar berubah menjadi manusia-manusia individualis yang memandang miring Tenno Heika (kaisar), Kimigayo (lagu kebangsaan), dan Hinomaru (bendera nasional), bahkan nuklir telah mengubah struktur kekuatan politik-ekonomi global pasca-Perang Dunia II.

Perubahan cepat
Kini gerak perubahan itu semakin cepat. Pertama, jarak yang semakin pendek antara penemuan sains dengan aplikasi teknologi. Dalam fisika atom, misalnya, dulu orang meneliti sama sekali tidak dengan maksud memperoleh sumber energi baru, tetapi lebih pada rasa ingin tahu tentang struktur terkecil materi. Namun, setelah ditemukan fenomena pembelahan inti, maka fisika atom sudah menjadi teknologi.
Artinya, semakin lama jarak antara penemuan sains dan produk teknologi semakin pendek. Di masa lalu selang waktu itu puluhan tahun, akibatnya sains masih menjadi domain publik meskipun teknologinya menjadi rahasia dagang yang diperjualbelikan. Namun, sekarang, selang waktu itu menyusut menjadi tahunan saja karena konsentrasi pemikiran dan komunikasi supercanggih antarsaintis. Akibatnya, sains pun menjadi rahasia dagang.
Kedua, perubahan posisi pusat-pusat keunggulan sains dan teknologi. Pusat-pusat keunggulan yang semula berada di universitas ini telah berpindah ke lembaga riset pemerintah. Kemudian dengan semakin pendeknya selang antara penemuan sains dan teknologi, tajamnya persaingan dagang, serta nilai tingginya nilai ekonomis penemuan sains, posisi ini diambil alih perusahaan.
Terjadi pergeseran paradigma (techno-paradigm shift) di mana SDM menjadi modal utama perusahaan-bukan perangkat fisik lainnya-dan perusahaan pun bukan sekadar memproduk barang dan jasa, tetapi pemikiran. Bahkan, dalam banyak perusahaan manufaktur Jepang, investasi dalam riset jauh lebih besar daripada investasi untuk modal dan berubah dari tempat untuk memproduksi barang menjadi tempat untuk berpikir (Fumio Kodama, 1995).
Fenomena ini tampak pula pada industri di Silicon Valley seperti Apple Computer, Intel, Hewlett-Packard, Xerox, Lucent Technology, dan IBM. Bahkan model technology-belts seperti Silicon Valley digandrungi banyak negara seperti Tsukuba (Jepang), Hsinchu (Taiwan), industri kimia di Basel, Swiss, atau Puspiptek, Serpong. Artinya, perusahaan telah menjadi center of excellence pengembangan sains dan teknologi.
Dengan demikian, semakin hari sains dan teknologi makin terintegrasi dan tunduk pada mekanisme pasar. Riset akan lebih bersifat market driven ketimbang academic driven. Bila demikian, bersama globalisasi, korporasi multinasional (MNC) dapat mendiktekan teknologi asing pada suatu negara. Ini harus diwaspadai karena mereka, menurut Stuart Sim dalam Nirmanusia, adalah kapitalis lanjut yang nafsunya tiada berujung untuk melakukan ekspansi dan inovasi teknologi untuk melenyapkan moralitas kemanusiaan (Sim, 2001).
Karenanya perlu perlawanan terhadap nirmanusia, yakni ambruknya kemanusiaan yang dirancang oleh teknologi maju. Manusia perlu menentang segala solusi yang nirmanusiawi yang didukung oleh kekuatan-kekuatan "tekno-sains", yakni teknologi plus sains, plus kapitalisme lanjut, dan korporasi-korporasi multinasional.
Inilah awal tragedi seperti Minamata, Bhopal, Chernobyl, atau kasus Buyat yang baru-baru ini merebak. Fenomena ini perlu dicermati karena kekuatan investasi berhasil mendiktekan munculnya regulasi semacam UU Sumber Daya Air dan UU Penambangan di Kawasan Hutan Lindung atau memenangkan Pemda DKI terhadap KLH-dalam kasus reklamasi pantura-yang ujung- ujungnya memarjinalkan kualitas ekologis kita.
Sejarah memperlihatkan, sains dan teknologi tidak serta-merta membawa kebahagiaan dan membuat hidup lebih mudah. Penyelewengan teknologi telah menjungkirbalikkan nilai manfaat itu. Karenanya teknologi secara aksiologis perlu dikendalikan etika manusiawi agar penyesalan Einstein di atas menjadi bermakna. Perlu adanya suatu kearifan teknologi, yakni kearifan bagaimana menggunakan teknologi secara wajar agar ia membawa berkah, bukan bencana.
Inilah yang perlu direnungkan saat memperingati tragedi Hiroshima-Nagasaki.
Mulyanto Direktur ISTECS (Institute for Science and Technology Studies), Doktor Bidang Teknik Nuklir, dan Pernah 6 tahun Tinggal di Jepang
sumber; Kompas Cyber Media

Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011

Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011

Gerhana Bulan tahun ini akan terjadi 2 kali, yaitu pada tanggal 16 Juni dan tanggal 10 Desember nanti. Keduanya sama-sama bisa dilihat dari Indonesia. Jadi, mari persiapkan pengamatannya dengan baik :)

Gerhana 16 Juni nanti akan dimulai pada pukul 01.23 WITA yang ditandai dengan masuknya Bulan ke bayangan penumbra Bumi. Perubahan yang terjadi adalah berkurangnya kecerlangan Bulan, namun kita tidak akan dapat membedakannya secara kasat mata. Lalu pada pukul 02.22 WITA Bulan akan masuk ke umbra Bumi. Inilah saat terbaik mengamati gerhana, yaitu ketika Bulan purnama mulai berubah bentuk. Perlahan-lahan tepian Bulan menjadi gelap, seperti bakpao yang digigit bagian tepinya.
Ketika cahaya Bulan yang terlihat semakin sedikit, akan tampak warna kemerahan di bagian gelapnya. Puncaknya adalah ketika Bulan sudah masuk sepenuhnya ke dalam umbra, yaitu pada pukul 03.22 WITA. Puncak gerhana ini akan terjadi pada pukul 04.12 WITA. Bulan berada di dalam bayangan umbra selama hampir 2 jam hingga pukul 05.03 WITA. Saat itu seluruh Bulan tampak merah. Warna merah ini berasal dari sebagian cahaya Matahari yang masih diteruskan atmosfer Bumi. Dan proses gerhana akan benar-benar berakhir pada pukul 07.02 WITA, saat Bulan keluar sepenuhnya dari bayangan penumbra Bumi.

Dilihat dari waktunya, hanya Indonesia bagian tengah dan barat saja yang bisa melihat gerhana ini dari awal hingga akhir. Sementara bagian timur Indonesia tidak dapat mengamatinya hingga selesai karena Bulan akan terbenam dahulu. Tetapi untungnya bagian paling menarik dari gerhana ini, yaitu ketika Bulan berada di dalam bayangan umbra Bumi, dapat dilihat utuh dari awal hingga akhir dari seluruh Indonesia.
Bagaimana cara mengamati gerhana ini? Dengan mata telanjang bisa, binokular, teleskop, kamera, ataupun pengamatan melalui internet (streaming) juga bisa karena rencananya akan ada penayangannya di situs web Observatorium Bosscha dan Kemenkominfo. Beberapa lokasi yang akan menayangkan pengamatan gerhana Bulan nanti adalah Observatorium Bosscha, Observatorium Lhoknga, dan Planetarium Tenggarong. Untuk yang di Semarang, akan ada acara pengamatan yang diselenggarakan di Kampus IAIN Walisongo Jrakah, info lebih lengkap bisa lihat di event facebook. Silakan tandai kalender agar fenomena ini tidak terlewatkan begitu saja :)

Ciri-ciri wanita yang mempunyai miss V sempit

Miss V sempit maksudnya vagina sempit, hanya saja tadi judulnya dihaluskan saja agar tidak vulgar. Vagina sempit dipercaya akan memberikan sensasi sex yang luar biasa bagi mr P yang melakukan penetrasi saat melakukan hubungan suami istri, konon serasa ada jepitan kuat didinding vagina yang meremas-remas mr P. Sensasi ini konon semakin luar biasa di Malam Pertama.

Lalu bagaimana kita bisa mengetahui wanita yang memiliki vagina sempit? memang pendekatannya adalah lebih pada mitos, namun katanya banyak terbukti, sebagaimana ciri-ciri cewek sudah tidak perawan atau apa kata bung Karno tentang "Tanda Gadis Perawan".

Berikut ciri-ciri wanita bervagina sempit:

Otot vagina sempit tidak ada hubungan dengan ukuran tubuh wanita, baik gendut kurus ataupun tinggi dan pendek

Rambut tipis, biasanya mudah dissir dan ditata, rambut tipis bukan berarti tidak lebat, yang dimaksud ukuran helai rambutnya yang lebih halus

Bibir kecil alias imut, tidak melebar dan tidak tebal

Alis mata susunannya tipis, maksudnya bukan berarti jarang, tepatnya seperti garis jelas dan beraturan

Ukuran telinga kecil dan tipis seakan-akan terlihat transparan

Bokong membulat dan padat, kalau dilihat persis ada lekukan bak gitar spanyol

Payudara tipe mangkok, atau kalo dilihat dari depan seperti dua lingkaran, bukan payudara jantung pisang, atau pepaya

Mudah kaget, maksudnya gampang geli

Gigi rapi dan kuat

Sangat feminim, biasanya mudah menangis

Ukuran jarinya meruncing dan indah

Kalau yang kulitnya putih urat halus kehijaun membayang dikulitnya

Agak pemalu kalau digoda, tapi yang ini tergantung si-prianya yang menggoda, kalau sudah dapat dia bahkan sangat manja dan penuh perhatian

Nah yang ini paling penting diingat, dalam memilih warna pakaian cewek jenis ini suka warna putih dan hijau pucuk


Demikianlah ciri-ciri wanita dengan otot vagina sempit alami, coba Anda bandingkan dengan ciri–ciri wanita berlibido tinggi, siapa tahu ada kemiripan, sayangnya biasanya cewek tipe ini kesulitan waktu melahirkan, namun alternatifnya bisa dengan operasi caesar. Seandainya sudah melahirkan alami-pun umumnya vagina cewek tipe ini akan kembali mengencang tanpa minum jamu-jamuan untuk otot vagina. Penjelasan ilmiahnya dikarenakan kepadatan otot didinding vagina yang jauh melebihi dinding vagina wanita lainnya.

MU Siap Lepas Nani demi Sneijder?

Manchester United masih berambisi untuk merekrut gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder. Bahkan, menurut Daily Mail, MU siap menukar Luis Nani demi mendapatkan Sneijder.

"Red Devils" tampaknya memang sudah tak terlalu membutuhkan Nani. Indikasi itu semakin kuat setelah MU berencana mendatangkan Ashley Young dari Aston Villa. Jika Young datang, Nani menjadi pemain yang paling mungkin untuk dibuang.

Manajer Sir Alex Ferguson kini mulai fokus membenahi lini tengah timnya yang butuh seorang gelandang kreatif selepas kepeninggalan Paul Scholes. Sneijder yang tipe permainannya hampir sama dengan Scholes dinilai sebagai pengganti yang pas.

Namun, MU kesulitan mengeluarkan dana untuk mendatangkan pemain asal Belanda ini. Sneijder ditaksir beberapa pihak bernilai sekitar 35 juta euro (sekitar Rp 425 miliar). Untuk itu, demi meringankan beban, mereka menyiapkan Nani sebagai bagian dalam kesepakatan.

MU harus bertindak cepat untuk mendatangkan Sneijder. Sebab, Chelsea juga tengah mengincar mantan pemain Real Madrid ini sebagaimana yang disarankan oleh Guus Hiddink.

MILAN, KOMPAS.com — Gelandang serang Inter Milan, Wesley Sneijder, menyatakan, dirinya tak bisa memastikan apakah akan tetap bertahan di San Siro atau pindah ke klub lain. Menurutnya, hanya Tuhan yang tahu bagaimana masa depannya.

Sneijder saat ini dikontrak Inter hingga tahun 2015. Ia bergabung dengan Inter pada tahun 2009 dari Real Madrid. Kini, Sneijder tengah ramai dikaitkan oleh media Inggris dan Italia dengan dua klub papan atas Premier League, Manchester United dan Chelsea. Sneijder sendiri tak bisa memastikan apa-apa soal masa depannya.

"Aku mencintai Inter sepenuh hati, tetapi Tuhan yang akan memutuskan bagaimana masa depanku. Hanya Dia yang tahu," kata Sneijder seperti dikutip oleh Tuttomercatoweb.com.

"Aku ingin berterima kasih kepada para penggemar karena mereka selalu hebat bersamaku dan aku ingin meyakinkan mereka bahwa jika aku tinggal di Inter, aku akan melakukan segalanya untuk menang lebih banyak lagi," sambungnya.

Sneijder sendiri mengaku sangat kecewa dengan kegagalan timnya mempertahankan gelar musim lalu. "Musim kompetisi baru saja berlalu dengan tidak mudah. Aku menderita banyak cedera. Aku marah karena kami tidak pernah mendapatkan hasil yang telah kami perjuangkan," ujarnya. (TUT)